Arti Kata "W-" menurut Kamus Nias Indonesia

Pranala (link): https://www.maknaa.com/nias-indonesia/w

Halaman ini menjelaskan Arti Kata W- menurut Kamus Nias Indonesia.

No Kata Arti
1 W- Ada bunyi khas dalam Bahasa Nias, seperti muncul dalam kata waruwaru (sejenis burung) atau wöröwörö. Bunyi w dalam kata-kata itu beda dengan bunyi w dalam kata-kata bahasa Indonesia. (lihat: artikel Karakter W-w dalam Li Niha ). Dalam Kamus ini, bunyi khas itu dilambangkan dengan w untuk membedakannya dari bunyi w seperti yang dalam Bahasa Indonesia.

Lebih lanjut mengenai W-

W- terdiri dari 1 kata. Kata tersebut mempunyai 8 kata terkait yakni sebagai berikut:

kata kb 1. ketam, alat penghalus permukaan papan 2. alat / ukuran volume beras Na lö tumba ba halö kata ba wanu'a böra Kalau tumba tidak ada, ambil kata untuk mengukur / menimbang beras.
waruwaru
katawaena kb burung layang-layang. Anari-nari ua katawaena, mangawuliö dania, lö tugela. Terbang melayanglah kau katawaena, pulang-pulang nanti tidak memiliki tempat hinggap.
hae kata perintah untuk mengusir anjing. Hae ... !
hiwö sejenis âtarianâ massal untuk laki-laki di mana masing-masing saling berpegangan tangan; ârantaiâ manusia yang meloncat-loncat ini membentuk ular-ularan. Yang di depan disebut sondröni hiwö, bertindak sebagai pemipin.
i’iwa sejenis tumbuhan liar dengan penampang batang segitiga bersisi tajam.
ya'odo kata ganti orang pertama tunggal. Dalam sebuah kalimat, kata ya'odo sangat jarang muncul karena struktur kalimat Li Niha yang khas. Anak-anak balita yang sudah bisa berbicara umumnya mengikuti struktur kalimat Bahasa Indonesia ketika mengatakan: Ya'odo mörö (saya tidur), Ya'odo manga (saya makan),...
zaezae sejenis jamur kecil yang tumbuh di batang kayu busuk seperti pohon karet; enak dijadikan sayur.

Kata yang mirip

No Kata Arti
1 ö'ö kb tokek.
2 ö 1. ini. Sin. ya'e. Omasi'ö öbabaya ? à ! Engkau ingin memegang ? Ini ! 2. makanan. à sami. Makanan enak. Lö öda-öda he .... Kalimat pendek ini sering kita dengar kalau kita bertamu ke rumah orang Nias, sebuah ungkapan merendah. Har. Kita tidak punya apa-apa untuk dimakan lho ...
3 öhö kki tahan faâöhö bertahan, seru.
4 Betilekhema Betlehem, kota kelahiran Yesus Kristus. Ba Mbetilekhema tumbu Yesus Keriso. Yesus Kristus lahir di Betlehem.
5 Kese-kese adalah kata pungut, dan sangat mungkin berasal dari kata "kecek" (bhs. Minang) yang juga sudah diadopsi dalam bahasa Indonesia. Kese-kese adalah celoteh, cakap, atau obrolan yang tidak keruan yang berisi pergunjingan yang biasanya dilakukan oleh orang-orang yang ingin menghabiskan waktu. Fakese: men...
6 Migu kb (1) hari Minggu. (2) kebaktian yang dilakukan pada hari Minggu. Möi ita ba migu. Kita pergi ke kebaktian (di gereja). Dania tafatunö huhuo da'a, aefa migu. Nanti kita bicarakan hal ini, sesudah kebaktian.
7 Ndraha salah satu marga suku Nias
8 Ndruru salah satu nama suku marga Nias. Mado Ndruru zibayania. Pamannya bermarga Ndruru.
9 a'usö ks kuning.
10 a huruf pertama dalam abjad Latin yang digunakan dalam Bahasa Nias; 2. kki makanlah. A göu fakhe: Makanlah nasimu. 3. dan (dalam pengucapan bilangan). Hönö a fitu ngaotu a fulu: Seribu (dan) tujuh ratus (dan) sepuluh.
11 abakha ks 1. dalam. Abakha sibai dögi nikhaora. Dalam sekali lubang galian mereka. fa-: kedalaman. 2. menjadi serius / mendalam 3. abakhabakhaâö kki tambah-tambahi sehingga menjadi masalah; bumbu-bumbui. Böi abakhabakhaâö wanutunö salua khömö: Jangan tambah-tambahi kisah yang kau alami.
12 abao ks 1. bengkak; 2. binal (untuk anak gadis / perempuan). Si mate abao: Si gadis binal; 3. abao dödö sakit hati. Abao dödögu khönia Aku sakit hati padanya.
13 abaöbaö ks berpenampilan kaku, tidak ramah, dan cenderung memancing kejengkelan orang lain. No abaöbaö niha daâö. Sin. dömbadömbaö
14 abasö ks basah. Abasöga ba deu toho. Kami basah karena hujan lebat. lih. basö
15 abazöbazö ks masih berair, belum kering betul. No abazöbazö nasa newali: Pekarangan masih belum kering. No abazöbazö geu andre, tebai nasa nitunu. Kayu ini masih agak basah, belum bisa dibakar. Lih. olazalaza.
16 abeta ks 1. pindah. No ara me abeta ira moroi ba daâa: Sudah lama mereka pindah dari sini. 2. tersingkir. No abeta ia moroi ba dadaomania: Dia telah tersingkir dari jabatannya. lih. aheta
17 abeto ks bunting (untuk binatang berkaki empat: babi, anjing, dsb.). Dipakai juga untuk perempuan yang hamil di luar nikah. lih. beto
18 abe’e ks 1. keras. Eu sabeâe: Kayu keras. Am: Abeâe gae na no okafu: Pisang mengeras kalau sudah dingin. 2. abeâe dödö meyakini (tidak kuatir atau mengkua-tirkan) seseorang atau sesuatu. Abeâe dödögu ia. Aku tidak mengkuatirkan dia (yakin akan penampilannya, perjalanannya, dsb.); 3. abeâe da...
19 abila ks 1. bengkok Eu sabila: Kayu bengkok; 2. abila lala sesat; ungkapan untuk orang yang sesat atau rusak moralnya 3. abila geraâera tidak jujur. Böi fao ba niha sabila eraâera: Jangan ikut dengan orang yang tidak jujur.
20 aboto ks 1. pecah No aboto galasi khöda Gelas kita sudah pecah; No aboto gorahuara perkumpulan / organisasi mereka sudah pecah. Am: He aboto bakha, böi aboto baero: Perselisihan keluarga jangan sampai dibawa ke luar / diperlihatkan di luar. 2. aboto ba dödö mengerti, faham Me no ihaogö wangombakha, a...

Indeks Kamus Nias Indonesia

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z