Arti Kata "Ada asap, ada api" menurut Kamus Peribahasa

Pranala (link): https://www.maknaa.com/peribahasa/ada-asap-ada-api

Halaman ini menjelaskan Arti Kata Ada asap, ada api menurut Kamus Peribahasa.

No Kata Arti
1 Ada asap, ada api Beberapa hal di dunia ini yang merupakan akibat dari suatu sebab, sangat sulit atau bahkan mustahil untuk disembunyikan.

Lebih lanjut mengenai Ada asap, ada api

Ada asap, ada api terdiri dari 4 kata. Kata tersebut mempunyai 20 kata terkait yakni sebagai berikut:

Sebab budi boleh kedapatan Nama baik tercemar akibat perbuatan buruk/jahat.
Sebab pijat-pijat tuma mati Mendapatkan kesulitan karena berkawan dengan orang jahat.
Sebab pulut santan binasa, sebab mulut badan binasa Musibah/malapetaka/kesulitan yang timbul akibat berbicara yang tidak seharusnya.
Dunia diadang, saku-saku dijahit Hendak bersuka ria saja, tidak mau merugi.
Sebab berkelahi jangan perigi akhirnya mati dahaga Sia-sia saja melawan orang yang berkuasa.
Sebab karena cendrawasih, merak emas dilepaskan Menyia-nyiakan harta yang sudah didapatkan karena mengharapkan keuntungan yang lebih besar namun belum pasti.
Sebab kasih akan bunga setangkai, dibuang bunga seceper Menyia-nyiakan teman-teman yang lain karena terlalu menyayangi seseorang.
Sebab mutiara sebiji, lautan dalam diselam orang Orang yang berilmu/berpengetahuan tinggi, walau di mana pun ia tinggal pasti akan dicari orang.
Sebab nila setitik rusak susu sebelanga Karena kejahatan kecil nama baik menjadi tercemar (tidak dipercayai oleh orang lain lagi).
Sebab tiada tahu menari dikatakan tanah lembab Mengatakan alatnya rusak, padahal karena ia tidak mampu mengerjakannya.
Berjumpa dengan putih, terlesi sangat Tidak merasa puas dengan sesuatu yang telah diperoleh. (lesi = terlalu putih)
Jangan sangat pemilih, takut terkena buku buluh Kerjakanlah suatu pekerjaan dengan tekun dan sabar.
Kalau tak takut akan mati, tak sedunia perang; kalau tak takut akan alah, tak sedunia sabung Berperang/berselisih merupakan pekerjaan yang amat berbahaya, tetapi digemari banyak orang.
Laksana antah lemukut, lapar sangat baru berguna Sesuatu yang tidak (kurang) berharga dan kurang baik, tetapi kalau sudah sangat kekurangan akan berguna juga.
Semut gatal gonggong gunung, bagaimana dunia takkan sunyi Melakukan sesuatu yang aneh/tidak wajar.
Yang rendah terpendek sangat, yang tinggi teranjur sangat Tidak pernah merasa puas dengan sesuatu yang telah didapatkan.
Berdengking si tua memekik, mustahil akan menggigit jema Orang yang terlalu marah sambil berteriak-teriak biasanya tidak sampai menggunakan tangan untuk memukul. (si tua = harimau) (jema = orang)
Dulu rampak rimbun daun, kini sangat merarasi Dulu kaya dan rupawan, tetapi kini papa dan buruk rupa. (raras = gugur, luruh)
Harap ke mulut besar cakap, kerja suatu tak boleh cekap Banyak bicara tetapi tidak bisa membuktikan ucapannya.
Harimau ditakuti sebab giginya Orang besar/berkuasa ditakuti karena kekuasaannya.

Indeks Kamus Peribahasa

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z