Arti Kata "Gading pada gajah yang sudah keluar itu bolehkah dimasukkan pula?" menurut Kamus Peribahasa

Pranala (link): https://www.maknaa.com/peribahasa/gading-pada-gajah-yang-sudah-keluar-itu-bolehkah-dimasukkan-pula

Halaman ini menjelaskan Arti Kata Gading pada gajah yang sudah keluar itu bolehkah dimasukkan pula? menurut Kamus Peribahasa.

No Kata Arti
1 Gading pada gajah yang sudah keluar itu bolehkah dimasukkan pula? Raja (orang besar/mulia) yang telah turun derajatnya dan tidak mungkin meraih kembali martabatnya itu; sesuatu yang sudah ditetapkan (undang-undang, keputusan, dsb) dan tidak bisa untuk diubah lagi.

Lebih lanjut mengenai Gading pada gajah yang sudah keluar itu bolehkah dimasukkan pula?

Gading pada gajah yang sudah keluar itu bolehkah dimasukkan pula? terdiri dari 10 kata. Kata tersebut mempunyai 20 kata terkait yakni sebagai berikut:

Sudah dapat gading bertuah, tanduk tiada berguna lagi Sudah mendapatkan yang lebih baik, yang lama ditinggalkan.
Sudah dianjung dihempaskan Sudah diangkat kemudian dihinakan.
Sudah gaharu cendana pula, sudah tahu bertanya pula Orang yang pura-pura tidak tahu.
Sudah gaharu cendana pula Sudah tahu tetapi masih bertanya akan hal itu.
Sudah kenyang makan kerak Sudah banyak pengalaman.
Sudah ketinggalan zaman Sudah tidak lagi sesuai dengan zaman sekarang.
Sudah lepas dari bahunya Sudah tidak lagi menjadi beban/tanggung jawabnya.
Sudah suratan takdir Sudah merupakan ketetapan Tuhan.
Sudah tahu akan ragi kain Sudah dapat membedakan mana yang benar/baik dan mana yang salah/buruk.
Sudah tahu asam garamnya Sudah diketahui keadaannya.
Sudah tahu di asam garam Sudah tau pahitnya kehidupan.
Sudah terlalu malam, apa hendak dikata lagi Sesuatu yang telah terlanjur mati dan tidak bisa diapa-apakan lagi.
Sudah tidak bersudu oleh angsa, baharu diberikan kepada itik Orang miskin yang mendapatkan sesuatu yang tidak dimiliki oleh orang kaya.
Sudah uban baru berguam Orang tua yang berperilaku layaknya anak muda.
Telah menjadi darah daging Sudah menjadi kebiasaan.
Telah penuh sebagai sukat Telah habis kesabarannya.
Sudah bergulung lapik saja Perihal orang miskin yang berpakaian ala kadarnya saja.
Sudah bertarah berdongkol pula Setelah perkara yang satu dibereskan/diselesaikan, timbul lagi perkara yang lain.
Sudah diludahkan, dijilat kembali Seseorang yang menghina orang lain dan kemudian justru memujinya.
Sudah genap bilangannya Ajalnya sudah tiba; waktunya sudah tepat.

Indeks Kamus Peribahasa

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z