Arti Kata "Gagak dimandikan tujuh kali sehari pun, takkan putih bulunya" menurut Kamus Peribahasa

Pranala (link): https://www.maknaa.com/peribahasa/gagak-dimandikan-tujuh-kali-sehari-pun-takkan-putih-bulunya

Halaman ini menjelaskan Arti Kata Gagak dimandikan tujuh kali sehari pun, takkan putih bulunya menurut Kamus Peribahasa.

No Kata Arti
1 Gagak dimandikan tujuh kali sehari pun, takkan putih bulunya Orang jahat, walaupun diberikan kesenangan, namun kalau mendapat kesempatan, pasti akan diulanginya lagi perbuatan jahatnya.

Lebih lanjut mengenai Gagak dimandikan tujuh kali sehari pun, takkan putih bulunya

Gagak dimandikan tujuh kali sehari pun, takkan putih bulunya terdiri dari 9 kata. Kata tersebut mempunyai 20 kata terkait yakni sebagai berikut:

Akan mengaji, suratlah hilang; akan bertanya, gurulah mati Orang yang berada dalam keadaan serba salah.
Kalau ada beremas, hidup; tiada beremas, mati Akan senanglah hidup jika telah memiliki mata pencaharian yang tetap.
Kalau anjing biasa makan tahi, tak makan hidu ada juga Orang yang biasa berbuat jahat, sekali-sekali akan teringat juga untuk mengulanginya lagi.
Kalau baik disebut orang, kalau jahat jahatlah Perbuatan yang baik akan disebut baik, sedangkan perbuatan yang jahat akan disebut jahat.
Kalau kubuka tempayan budu, barulah tahu Kalau dibuka rahasianya, tentulah akan mendapat malu.
Kalau kucing tiada bermisai, takkan ditakuti tikus lagi Orang besar/berkuasa yang sudah tidak berpangkat/memiliki jabatan, tidak akan ditakuti lagi.
Kalau langit hendak menimpa bumi, bolehkah ditahan dengan telunjuk Orang kecil tidak akan dapat mengelakkan diri dari perintah/suruhan orang besar/berkuasa.
Kalau menyeberang sungai biarlah ditelan oleh ibunya, tetapi janganlah dipagut oleh ikan kecil Kalau berbuat salah biarlah dihukum/ditegur oleh orang yang berkuasa/berpengetahuan, janganlah sampai dianiaya oleh orang-orang kecil yang tidak tahu apa-apa.
Kalau pandai mencencang akar, mati lalu ke pucuknya Orang yang pandai dapat mengalahkan musuhnya hanya dengan sekali gerakan saja.
Kalau pandai meniti buih, selamat badan sampai ke seberang Orang yang pandai membawa/menempatkan diri pasti akan selamat.
Kalau sama tinggi kayu di rimba, di mana angin akan lalu Kalau semua orang memiliki pangkat yang sama tinggi, siapa yang akan memimpin dan dipimpin.
Kalau si tua (harimau) menunjukkan belangnya, tentulah kambing bertanggungan Orang lemah yang berhadapan dengan orang kuat, tentu yang lemah akan kalah pada akhirnya.
Kalau sumpit tak berisi, mana boleh ditegakkan Kalau perut tidak diisi, tentu tidak akan dapat melakukan pekerjaan.
Kalau tak ada kulit bercerailah tulang Orang yang sangat kurus.
Kalau tak berduit, ke mana pergi tercuit-cuit Orang yang tidak kaya (miskin) selalu melarat hidupnya.
Kalau tak bermeriam, baiklah diam Orang miskin/rendahan sebaiknya tidak usah banyak berangan-angan.
Kalau takut dilimbur pasang, jangan berumah di tepi pantai Kalau takut susah lebih baiklah jangan melakukan suatu pekerjaan yang sukar.
Kalau tiada emas sepiak, kerja di mana boleh jadi Orang miskin/rendahan tentulah tidak berdaya untuk memenuhi maksud hatinya (keinginannya).
Kalau tiada padi sebarang kerja tak jadi Kalau tidak ada mata pencaharian yang tetap, tentu kehidupan akan menjadi susah.
Lagi jatuh ditimpa tangga Mendapatkan kesulitan bertubi-tubi.

Indeks Kamus Peribahasa

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z