Arti Kata "Gagak lalu punggur rebah" menurut Kamus Peribahasa

Pranala (link): https://www.maknaa.com/peribahasa/gagak-lalu-punggur-rebah

Halaman ini menjelaskan Arti Kata Gagak lalu punggur rebah menurut Kamus Peribahasa.

No Kata Arti
1 Gagak lalu punggur rebah Orang besar/berkuasa yang berlaku kurang adil kepada orang kecil/rendahan (karena ingin memperlihatkan kekuasaannya).

Lebih lanjut mengenai Gagak lalu punggur rebah

Gagak lalu punggur rebah terdiri dari 4 kata. Kata tersebut mempunyai 20 kata terkait yakni sebagai berikut:

Kurang budi teraba-raba, tidak ilmu suluh padam Orang yang kurang siasat dalam suatu perkara, akhirnya hanya akan mendapatkan kesulitan.
Kurang luas tapak tangan, nyiru saya tampungkan Ingin mendapatkan sesuatu sebanyak-banyaknya; sangat berbesar hati.
Ingin di buah manggis hutan, masak ranum tergantung tinggi Menginginkan/mengharapkan sesuatu yang susah untuk didapatkan.
Kurang sesayat sebelanga Hampir cukup; kurang sedikit saja.
Kurang taksir hilang laba Sedikit saja kurang hati-hati, bisa mendatangkan kerugian atau bahaya yang besar.
Kurang tambah-menambah, senteng bilai-membilai Saling tolong-menolong dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. (senteng = kurang cukup) (bilai = sambung)
Kurang-kurang bubur, lebih-lebih sudu Perkara kecil yang menjadi besar karena sering diperbincangkan orang; banyak bicara, padahal pengetahuannya hanya sedikit.
Ingin hati memandang pulau, sampan ada pengayuh tidak Hendak melakukan suatu pekerjaan tetapi alatnya tidak cukup.
Kurang kerat, rengkuh yang lebih Banyak bicara, tetapi hasilnya sedikit (atau tidak ada).
Kurang sisik, tinggal lidi di buku; selidik, tinggal kaji di guru Suatu tujuan/maksud tidak akan tercapai tanpa usaha (bersusah payah).
Akal singkat, pendapat kurang Orang yang masih sangat sedikit pengalamannya.
Belanga kurang, periuk yang melebih-lebih Orang (bagian dari kelompok) yang tidak ikut berusaha (sebaliknya orang lain yang bersusah payah).
Berkerbau seperempat ekor, berkandang sebagai orang Orang miskin yang bertingkah laku seperti orang kaya.
Berketak ayam mandul; orang berketak ia berketak, orang bertelur ia tidak Orang yang bernasib malang, walaupun sudah meniru cara orang lain, tetapi nasibnya tetap tidak berubah.
Bersawah seperempat piring, ke sawah sama dengan orang Orang miskin yang bertingkah seperti orang kaya.
Di lurah air yang besar, di bukit orang yang hanyut Orang tidak bersalah yang menerima hukuman.
Di padang orang berlari-lari, di padang sendiri berjengket-jengket Orang yang suka menerima/menuntut hak orang lain, tetapi hak sendiri disembunyikan (tidak ingin dituntut).
Gelang di tangan orang yang hendak dirampas tidak dapat, cincin di jari sendiri terlucut hilang Orang yang dengki dan tamak suatu saat akan mendapatkan kerugian/kesulitan.
Harimau bertempek takkan makan orang Orang yang terlalu marah biasanya tidak sampai memukul.
Harimau memperlihatkan kukunya Orang besar/berkuasa yang memperlihatkan kekuasaannya.

Indeks Kamus Peribahasa

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z