Arti Kata "Gajah dialahkan oleh pelanduk" menurut Kamus Peribahasa

Pranala (link): https://www.maknaa.com/peribahasa/gajah-dialahkan-oleh-pelanduk

Halaman ini menjelaskan Arti Kata Gajah dialahkan oleh pelanduk menurut Kamus Peribahasa.

No Kata Arti
1 Gajah dialahkan oleh pelanduk Orang berkuasa yang dikalahkan oleh orang kecil/rendahan; perempuan bangsawan yang diperisteri oleh orang kebanyakan/rakyat biasa.

Lebih lanjut mengenai Gajah dialahkan oleh pelanduk

Gajah dialahkan oleh pelanduk terdiri dari 4 kata. Kata tersebut mempunyai 20 kata terkait yakni sebagai berikut:

Alah limau oleh benalu Orang lama dikalahkan oleh orang baru.
Anjing biasa makan tahi, jika tak makan mencium ada juga Orang yang biasa berbuat jahat, sekali-sekali akan teringat juga untuk mengulanginya.
Bagai perempuan membawa perut Orang buncit.
Berkerbau seperempat ekor, berkandang sebagai orang Orang miskin yang bertingkah laku seperti orang kaya.
Berketak ayam mandul; orang berketak ia berketak, orang bertelur ia tidak Orang yang bernasib malang, walaupun sudah meniru cara orang lain, tetapi nasibnya tetap tidak berubah.
Bersawah seperempat piring, ke sawah sama dengan orang Orang miskin yang bertingkah seperti orang kaya.
Di lurah air yang besar, di bukit orang yang hanyut Orang tidak bersalah yang menerima hukuman.
Di padang orang berlari-lari, di padang sendiri berjengket-jengket Orang yang suka menerima/menuntut hak orang lain, tetapi hak sendiri disembunyikan (tidak ingin dituntut).
Gajah dialahkan oleh pelanduk Orang berkuasa yang dikalahkan oleh orang kecil/rendahan; perempuan bangsawan yang diperisteri oleh orang kebanyakan/rakyat biasa.
Gelang di tangan orang yang hendak dirampas tidak dapat, cincin di jari sendiri terlucut hilang Orang yang dengki dan tamak suatu saat akan mendapatkan kerugian/kesulitan.
Harimau bertempek takkan makan orang Orang yang terlalu marah biasanya tidak sampai memukul.
Hati orang yang bodoh itu di mulutnya, dan lidah orang yang cerdik itu di belakang hatinya Orang bodoh berbicara tanpa perhitungan, sedangkan orang pandai berpikir terlebih dahulu sebelum berkata-kata/berbicara.
Hidung sudah rampung diatur orang Orang bodoh yang sombong dan tidak sadar dirinya sedang dibodohi orang lain.
Hilang kepala kura-kura ditelan oleh dadanya Orang kecil/hina tetapi berilmu dan bijaksana tetap akan dihormati oleh banyak orang.
Hitam mata itu takkan boleh bercerai dengan putihnya Orang yang sedang berkasih-kasihan tidak dapat dipisahkan satu sama lain.
Isi lemak dapat ke orang, tulang bulu pulang ke kita Orang yang berusaha tidak mendapatkan apapun, sementara itu justru orang lain yang tidak ikut berusaha yang mendapatkan pujian/imbalan/kesenangan.
Jika bunga tak hendak dipersunting, boleh dibuat peraksi kain Perempuan yang baik budi pekertinya, walau sudah tua (buruk rupa), bisa juga dijadikan kepala rumah tangga. (peraksi = wangi-wangian untuk mengharumkan)
Kalau anjing biasa makan tahi, tak makan hidu ada juga Orang yang biasa berbuat jahat, sekali-sekali akan teringat juga untuk mengulanginya lagi.
Kalau langit hendak menimpa bumi, bolehkah ditahan dengan telunjuk Orang kecil tidak akan dapat mengelakkan diri dari perintah/suruhan orang besar/berkuasa.
Kalau tiada emas sepiak, kerja di mana boleh jadi Orang miskin/rendahan tentulah tidak berdaya untuk memenuhi maksud hatinya (keinginannya).

Indeks Kamus Peribahasa

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z