Arti Kata "Gajah empat kaki lagi tersaruk" menurut Kamus Peribahasa

Pranala (link): https://www.maknaa.com/peribahasa/gajah-empat-kaki-lagi-tersaruk

Halaman ini menjelaskan Arti Kata Gajah empat kaki lagi tersaruk menurut Kamus Peribahasa.

No Kata Arti
1 Gajah empat kaki lagi tersaruk Orang besar/berkuasa ada kalanya akan kehilangan kebesaran/kekuasaannya; nasib yang tidak dapat ditentukan. (tersaruk = tersandung)

Lebih lanjut mengenai Gajah empat kaki lagi tersaruk

Gajah empat kaki lagi tersaruk terdiri dari 5 kata. Kata tersebut mempunyai 20 kata terkait yakni sebagai berikut:

Akan mengaji, suratlah hilang; akan bertanya, gurulah mati Orang yang berada dalam keadaan serba salah.
Akan memikul tiada berbahu, akan menjunjung kepala luncung Tidak berdaya dalam mengerjakan suatu pekerjaan, karena kurang berpengetahuan atau kurang beruang.
Akan pembasuh kaki Hadiah kepada orang yang berjasa.
Dapat durian runtuh Mendapatkan keuntungan tanpa harus bersusah-payah.
Dapat harta karun Mendapatkan keuntungan tanpa harus bersusah-payah.
Dapat harta timbul Mendapatkan keuntungan tanpa harus bersusah-payah.
Dapat kijang teruit Mendapatkan keuntungan tanpa harus bersusah-payah.
Dapat tebu rebah Mendapatkan keuntungan tanpa harus bersusah-payah.
Akan dijadikan tabuh, singkat; akan dijadikan gendang, berlebih Ilmu pengetahuan yang serba tanggung.
Dapat dihitung dengan jari Sangat sedikit.
Nasib penyapu, banyak jasa turun darjat Terlalu banyak melakukan kebajikan, sehingga merusakkan/merugikan diri sendiri.
Akal singkat, pendapat kurang Orang yang masih sangat sedikit pengalamannya.
Anak harimau diajar makan daging Orang yang zalim diberi perangsang/pembangkit untuk melakukan penganiayaan.
Anak panah yang lepas dari busurnya, tak dapat dikendalikan Orang yang jauh dari negeri tempat asalnya dan bertindak semaunya tanpa mau mendengarkan nasihat dari keluarganya.
Anjing biasa makan tahi, jika tak makan mencium ada juga Orang yang biasa berbuat jahat, sekali-sekali akan teringat juga untuk mengulanginya.
Arang itu, jika dibasuh dengan air mawar sekalipun, tiada akan putih Orang jahat, walaupun diberi kesenangan, namun kalau sudah mendapatkan kesempatan pasti akan diulangnya lagi perbuatan jahatnya.
Awal dikenal di akhir tidak, alamat badan akan rusak Orang yang tidak berhati-hati dalam melakukan pekerjaannya, pada akhirnya akan menyesal dan kecewa.
Ayam sudah patah, kalau-kalau dapat menikam Orang yang melarat mungkin akan berubah nasibnya.
Bagai bajak ungkang makan diangkat Orang yang gemar dipuji.
Bagai kucing kehilangan anak Kehilangan akal; bingung.

Indeks Kamus Peribahasa

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z