Arti Kata "Gajah harimau di hutan hendak diburu, pijat-pijat di bantal tak dapat dihapuskan" menurut Kamus Peribahasa

Pranala (link): https://www.maknaa.com/peribahasa/gajah-harimau-di-hutan-hendak-diburu-pijat-pijat-di-bantal-tak-dapat-dihapuskan

Halaman ini menjelaskan Arti Kata Gajah harimau di hutan hendak diburu, pijat-pijat di bantal tak dapat dihapuskan menurut Kamus Peribahasa.

No Kata Arti
1 Gajah harimau di hutan hendak diburu, pijat-pijat di bantal tak dapat dihapuskan Kejahatan orang besar/berkuasa hendak dibasmi, tetapi kejahatan anak buah sendiri di rumah tidak dapat diatasi.

Lebih lanjut mengenai Gajah harimau di hutan hendak diburu, pijat-pijat di bantal tak dapat dihapuskan

Gajah harimau di hutan hendak diburu, pijat-pijat di bantal tak dapat dihapuskan terdiri dari 13 kata. Kata tersebut mempunyai 20 kata terkait yakni sebagai berikut:

Anak anjing takkan menjadi anak musang jebat Orang yang tidak berpengetahuan tidak akan mendapatkan kedudukan baik.
Anak harimau diajar makan daging Orang yang zalim diberi perangsang/pembangkit untuk melakukan penganiayaan.
Anak harimau menjadi anak kambing Orang yang lupa darimana ia berasal dan mulai sombong karena harta duniawi.
Anak harimau takkan menjadi anak kambing Orang yang bersifat pemberani tidak akan pernah menjadi penakut.
Anak kambing takkan menjadi anak harimau Orang yang bersifat pengecut/penakut tidak akan pernah menjadi pemberani.
Anak kucing menjadi harimau Orang miskin yang menjadi kaya; rakyat biasa yang memiliki jabatan/pangkat tinggi dalam pemerintahan/organisasi.
Anak kuda bulu kasap Anak muda yang riang gembira.
Anak mati berkalang bapak, bapak mati berkalang anak Orang yang saling topang-menopang/bantu-membantu dalam segala hal.
Anak orang anak orang juga, bolehkah jadi anak sendiri? Hendaklah lebih menghargai kepunyaan sendiri daripada menginginkan kepunyaan orang lain.
Anak panah yang lepas dari busurnya, tak dapat dikendalikan Orang yang jauh dari negeri tempat asalnya dan bertindak semaunya tanpa mau mendengarkan nasihat dari keluarganya.
Hendak belajar berenang dapatkan itik, hendak belajar memanjat dapatkan tupai Hendak mengetahui suatu perkara maka bertanyalah pada orang yang ahli dalam perkara itu.
Hendak bersunting bunga mala Hendak memperisteri perempuan tua.
Hendak bersunting bunga yang belum diseri kumbang Hendak memperisteri anak gadis/perawan.
Hendak mara bedil bertinak, hendak undur gelar telah besar Orang berpangkat/berkuasa yang berada dalam keadaan yang serba salah; hendak memelihara derajat uangnya tidak cukup, tetapi hendak mengundurkan diri malu karena pangkatnya sudah tinggi.
Hendak memikat balam, balam jugalah penunggunya Hendak mencari orang pandai, maka orang yang pandai pulalah yang tahu cara mencarinya.
Hendak menebang merebahkan, hendak mencencang memutuskan Hendak berbuat sesuka hati tanpa memikirkan hal-hal lain.
Hendak mengayuhkan perahu tertambat Hendak menikahi perempuan yang masih dalam ikatan perkawinan.
Hendak menggaruk tidak berkuku Hendak melakukan suatu pekerjaan tetapi tidak berdaya.
Hendak pergi berotan jangan takut onaknya Hendak melakukan suatu pekerjaan besar, maka janganlah takut untuk menghadapi percobaan/kesulitan-kesulitan di dalamnya.
Hendak sombong berbini banyak, hendak megah berlawan lebih Hendak memperlihatkan ketinggian diri/derajat tinggi, akhirnya hidup dalam kesusahan.

Indeks Kamus Peribahasa

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z