Arti Kata "Gajah lalu dibeli, kusa tidak terbeli" menurut Kamus Peribahasa

Pranala (link): https://www.maknaa.com/peribahasa/gajah-lalu-dibeli-kusa-tidak-terbeli

Halaman ini menjelaskan Arti Kata Gajah lalu dibeli, kusa tidak terbeli menurut Kamus Peribahasa.

No Kata Arti
1 Gajah lalu dibeli, kusa tidak terbeli Mengerjakan suatu hal yang besar, tetapi melupakan hal-hal kecil/pendukung yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan besar itu. (kusa = besi penghalau gajah)

Lebih lanjut mengenai Gajah lalu dibeli, kusa tidak terbeli

Gajah lalu dibeli, kusa tidak terbeli terdiri dari 6 kata. Kata tersebut mempunyai 20 kata terkait yakni sebagai berikut:

Air besar, batu bersibak Saudara dan sahabat terpecah-belah apabila timbul perselisihan besar.
Beliung yang besar hayun, kecil makannya Banyak bicara/berteori tetapi hasilnya sedikit.
Cekarau besar liang Orang yang besar bualannya (sombong) dan suka membeberkan rahasia orang lain. (cekarau= sejenis tumbuhan di air yang besar lubang batangnya)
Gajah berak besar, kancil pun hendak berak besar, akhirnya mati kebebangan Orang kecil/rendahan yang hendak meniru tingkah laku orang besar/mampu yang akhirnya membawa dirinya dalam kekalahan/kesulitan. (kebebangan = tertahan, tidak dapat terus keluar)
Gajah hendak berak besar, kita pun hendak berak besar juga Orang kecil/rendahan yang hendak meniru tingkah laku orang besar/mampu yang akhirnya membawa dirinya dalam kekalahan/kesulitan.
Harap ke mulut besar cakap, kerja suatu tak boleh cekap Banyak bicara tetapi tidak bisa membuktikan ucapannya.
Hendak mara bedil bertinak, hendak undur gelar telah besar Orang berpangkat/berkuasa yang berada dalam keadaan yang serba salah; hendak memelihara derajat uangnya tidak cukup, tetapi hendak mengundurkan diri malu karena pangkatnya sudah tinggi.
Hendak saja yang besar, masuknya tak seberapa Banyak bicara, tetapi buktinya sangat sedikit.
Kecil anak besar onak Anak pada masa kecilnya sangat menyenangkan hati, tetapi apabila sudah besar sering kali ia mendatangkan kesusahan bagi orang tuanya.
Kecil api menjadi kawan, besar ia menjadi lawan Kejahatan yang kecil sebaiknya jangan dibiarkan menjadi besar.
Kecil jangan di sangka anak, besar jangan disangka bapa Pengetahuan dan kelebihan itu bukan hanya pada orang yang sudah tua saja, tetapi juga pada orang yang masih muda.
Kecil umpan besar ikan Dengan usaha yang sedikit dapat memberikan hasil yang besar.
Kecil-kecil anak sudah besar menjadi onak Anak pada masa kecilnya sangat menyenangkan hati, tetapi apabila sudah besar sering kali ia mendatangkan kesusahan bagi orang tuanya.
Kecil-kecil beliung, tumbang juga kempas yang besar Walaupun orang kecil tetapi dapat juga ia mengalahkan orang besar.
Kecil-kecil lada api, besar-besar limau abung Meskipun kecil tetapi berani.
Makan nasi suap-suapan, tetapi menyambut puan kosong Kawin menurut adat perkawinan biasa, tetapi ternyata perempuan itu sudah bukan perawan.
Nyiur setandan tetapi berlain-lain jadinya Walaupun seibu dan sebapa (bersaudara), tetapi tabiatnya jauh berbeda.
Sedangkan gajah yang besar dan berkaki empat lagi terkadang terserondong dan jatuh tersungkur ke bumi Setiap orang berkuasa ada kalanya akan kehilangan kebesarannya, oleh karena itu sebaiknya janganlah mengagung-agungkan kebesaran yang telah/sedang dimiliki.
Tidaklah gajah yang besar diam di hutan itu ke tangan manusia Janganlah membesar-besarkan kekayaan orang lain, karena suatu saat kekayaan itu akan lenyap juga.
Tinggi dianjang besar dilambuk Kebesaran sesorang karena dimuliakan oleh anak buahnya.

Indeks Kamus Peribahasa

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z