Arti Kata "Habis cupak dari pelelehan" menurut Kamus Peribahasa

Pranala (link): https://www.maknaa.com/peribahasa/habis-cupak-dari-pelelehan

Halaman ini menjelaskan Arti Kata Habis cupak dari pelelehan menurut Kamus Peribahasa.

No Kata Arti
1 Habis cupak dari pelelehan Adat yang dilanggar sedikit demi sedikit pada akhirnya akan dilanggar terus. (pelelehan = tiris, bocor)

Lebih lanjut mengenai Habis cupak dari pelelehan

Habis cupak dari pelelehan terdiri dari 4 kata. Kata tersebut mempunyai 20 kata terkait yakni sebagai berikut:

Adat lama pusaka usang Adat-istiadat/kebiasaan tak pernah berubah.
Adat pulau limburan pasang Adat hidup ialah saling membantu; yang kaya membantu yang miskin, yang berilmu membantu yang bodoh, dan yang berkuasa melindungi yang lemah.
Adat yang kawi, syarak yang lazim Adat-istiadat (kebiasaan) merupakan undang-undang yang berlaku dalam pergaulan, dan norma agama merupakan undang-undang yang berjalan seiring dengan adat yang berlaku. (kawi = kuat/sakti)
Adat yang menurun, syarak yang mendaki Adat dapat menuju kerendahan dan tidak sanggup menghadapi pergolakan massa, tetapi syarak selalu menuju ketinggian dan dapat mengatasi segala gerakan yang menentangnya.
Adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah Setiap perilaku haruslah mengacu pada aturan dan kaidah agama.
Adat diisi, janji dilabuh Peraturan harus dilaksanakan, kesepakatan harus dijalankan.
Adat diisi, lembaga dituang Melakukan sesuatu menurut adat kebiasaan.
Adat dipakai baru, pusaka dipakai usang Ilmu akan berguna selama-lamanya, sedangkan harta duniawi akan musnah dimakan waktu.
Adat muda menanggung rasa Ada saatnya seseorang akan mengerti arti kehidupan setelah melewati berbagai macam peristiwa hidup.
Adat rimba raya, siapa berani ditaati Orang yang menyelesaikan masalah hanya menggunakan kekuatannya, bukan akalnya.
Adat sepanjang jalan, cupak sepanjang betung Segala perbuatan ada adat dan peraturannya masing-masing. (betung = sejenis buluh besar)
Adat teluk timbunan kapal, adat muara puputan ikan Segala sesuatu harus diletakan dengan tepat, baik itu masalah sosial maupun individu, serta harus tahu dimana tempat untuk bertanya.
Akan memikul tiada berbahu, akan menjunjung kepala luncung Tidak berdaya dalam mengerjakan suatu pekerjaan, karena kurang berpengetahuan atau kurang beruang.
Akan pembasuh kaki Hadiah kepada orang yang berjasa.
Sedikit bicara banyak bekerja Lebih baik buktikan dalam hal pekerjaan daripada terlalu banyak berbicara; orang yang mapan dalam melakukan suatu pekerjaan tetapi tidak banyak bicara.
Adat ayam ke lesung, adat itik ke pelimbahan Semua orang mempunyai tempat dan rezekinya sendiri-sendiri.
Adat gunung tempatan kabut Segala permasalahan harus dicari sumbernya.
Adat hidup sandar-menyandar Setiap orang memiliki kewajiban untuk saling topang-menopang di setiap permasalahan yang dialami.
Adat hidup tolong menolong, syariat palu-memalu Semua orang saling membutuhkan satu sama lain.
Adat juara kalah-menang, adat saudagar laba-rugi Setiap wilayah memiliki ciri khasnya masing-masing.

Indeks Kamus Peribahasa

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z