Arti Kata "Habis minyak sepasu, ekor anjing diurut tiada akan lurus" menurut Kamus Peribahasa

Pranala (link): https://www.maknaa.com/peribahasa/habis-minyak-sepasu-ekor-anjing-diurut-tiada-akan-lurus

Halaman ini menjelaskan Arti Kata Habis minyak sepasu, ekor anjing diurut tiada akan lurus menurut Kamus Peribahasa.

No Kata Arti
1 Habis minyak sepasu, ekor anjing diurut tiada akan lurus Tabiat orang jahat sangat sukar untuk diubah/diperbaiki.

Lebih lanjut mengenai Habis minyak sepasu, ekor anjing diurut tiada akan lurus

Habis minyak sepasu, ekor anjing diurut tiada akan lurus terdiri dari 9 kata. Kata tersebut mempunyai 20 kata terkait yakni sebagai berikut:

Sukar kaji pada orang alim, sukar uang pada orang kaya Orang pandai biasanya baru mau memutuskan persoalan apabila sudah dipertimbangkan dalam-dalam, dan orang kaya baru mau mengeluarkan uang kalau ada untungnya.
Anak seorang menantu malim Sangat berbahagia. (malim = ahli agama)
Bangsat tak tahu disukarnya Orang bodoh yang tidak tahu akan kekurangan dirinya. (bangsat = miskin)
Bergelanggang di mata orang banyak Sangat terang/jelas atau sangat nyata.
Berkerbau seperempat ekor, berkandang sebagai orang Orang miskin yang bertingkah laku seperti orang kaya.
Berketak ayam mandul; orang berketak ia berketak, orang bertelur ia tidak Orang yang bernasib malang, walaupun sudah meniru cara orang lain, tetapi nasibnya tetap tidak berubah.
Bersawah seperempat piring, ke sawah sama dengan orang Orang miskin yang bertingkah seperti orang kaya.
Di lurah air yang besar, di bukit orang yang hanyut Orang tidak bersalah yang menerima hukuman.
Di padang orang berlari-lari, di padang sendiri berjengket-jengket Orang yang suka menerima/menuntut hak orang lain, tetapi hak sendiri disembunyikan (tidak ingin dituntut).
Gelang di tangan orang yang hendak dirampas tidak dapat, cincin di jari sendiri terlucut hilang Orang yang dengki dan tamak suatu saat akan mendapatkan kerugian/kesulitan.
Harimau bertempek takkan makan orang Orang yang terlalu marah biasanya tidak sampai memukul.
Hati orang yang bodoh itu di mulutnya, dan lidah orang yang cerdik itu di belakang hatinya Orang bodoh berbicara tanpa perhitungan, sedangkan orang pandai berpikir terlebih dahulu sebelum berkata-kata/berbicara.
Hidung sudah rampung diatur orang Orang bodoh yang sombong dan tidak sadar dirinya sedang dibodohi orang lain.
Isi lemak dapat ke orang, tulang bulu pulang ke kita Orang yang berusaha tidak mendapatkan apapun, sementara itu justru orang lain yang tidak ikut berusaha yang mendapatkan pujian/imbalan/kesenangan.
Kalau kerbau sekawan dapat dikawali, manusia seorang tiada dapat dimaklumi Sangatlah susah untuk menghadapi manusia karena masing-masing orang memiliki pendapat yang berbeda-beda.
Kerbau tanduk panjang, tiada menanduk pun dikata orang menanduk juga Orang yang sudah terkenal kejahatannya.
Kita baru mencapai pengayuh, orang sudah tiba ke seberang Orang yang bijaksana selalu lebih dulu mencapai maksudnya/tujuannya.
Kulit hitam orang tengok, tulang putih siapa jenguk Orang yang lahir dari keluarga orang jahat, walaupun niat di hatinya baik, tidak akan ada seorang pun yang tahu.
Lemak manis pada dialah, pahit maung pada orang Orang yang hanya suka dipuji dan tidak suka dikritik.
Macam orang biduk Orang yang makan dan minum bersama-sama, tetapi bayar sendiri-sendiri.

Indeks Kamus Peribahasa

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z