Arti Kata "Hancur badan dikandung tanah, budi baik terkenang juga" menurut Kamus Peribahasa

Pranala (link): https://www.maknaa.com/peribahasa/hancur-badan-dikandung-tanah-budi-baik-terkenang-juga

Halaman ini menjelaskan Arti Kata Hancur badan dikandung tanah, budi baik terkenang juga menurut Kamus Peribahasa.

No Kata Arti
1 Hancur badan dikandung tanah, budi baik terkenang juga Budi pekerti orang yang baik tidak akan dilupakan walaupun sudah mati/meninggal.

Lebih lanjut mengenai Hancur badan dikandung tanah, budi baik terkenang juga

Hancur badan dikandung tanah, budi baik terkenang juga terdiri dari 8 kata. Kata tersebut mempunyai 20 kata terkait yakni sebagai berikut:

Akan mengaji, suratlah hilang; akan bertanya, gurulah mati Orang yang berada dalam keadaan serba salah.
Sudah dapat gading bertuah, tanduk tiada berguna lagi Sudah mendapatkan yang lebih baik, yang lama ditinggalkan.
Sudah dianjung dihempaskan Sudah diangkat kemudian dihinakan.
Sudah gaharu cendana pula, sudah tahu bertanya pula Orang yang pura-pura tidak tahu.
Sudah gaharu cendana pula Sudah tahu tetapi masih bertanya akan hal itu.
Sudah kenyang makan kerak Sudah banyak pengalaman.
Sudah ketinggalan zaman Sudah tidak lagi sesuai dengan zaman sekarang.
Sudah lepas dari bahunya Sudah tidak lagi menjadi beban/tanggung jawabnya.
Sudah suratan takdir Sudah merupakan ketetapan Tuhan.
Sudah tahu akan ragi kain Sudah dapat membedakan mana yang benar/baik dan mana yang salah/buruk.
Sudah tahu asam garamnya Sudah diketahui keadaannya.
Sudah tahu di asam garam Sudah tau pahitnya kehidupan.
Sudah tidak bersudu oleh angsa, baharu diberikan kepada itik Orang miskin yang mendapatkan sesuatu yang tidak dimiliki oleh orang kaya.
Sudah uban baru berguam Orang tua yang berperilaku layaknya anak muda.
Walaupun ada umpan, belum tentu ada ikan Walaupun dalam melakukan suatu pekerjaan telah ada persediaan yang cukup/memadai, tetapi belum tentu akan berhasil dengan baik.
Akan memikul tiada berbahu, akan menjunjung kepala luncung Tidak berdaya dalam mengerjakan suatu pekerjaan, karena kurang berpengetahuan atau kurang beruang.
Akan pembasuh kaki Hadiah kepada orang yang berjasa.
Baik berjagung-jagung, sementara padi belum masak Selama belum ada yang lebih baik, maka yang kurang baik pun dipakai dulu.
Baik membawa resmi ayam betina, supaya tidak ada bencana Lebih baik merendah daripada sombong, supaya selamat dalam hidup. (resmi = sifat)
Sudah bergulung lapik saja Perihal orang miskin yang berpakaian ala kadarnya saja.

Indeks Kamus Peribahasa

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z