Arti Kata "Hang tak kurang sanggul, aku tak kurang tengkolok" menurut Kamus Peribahasa

Pranala (link): https://www.maknaa.com/peribahasa/hang-tak-kurang-sanggul-aku-tak-kurang-tengkolok

Halaman ini menjelaskan Arti Kata Hang tak kurang sanggul, aku tak kurang tengkolok menurut Kamus Peribahasa.

No Kata Arti
1 Hang tak kurang sanggul, aku tak kurang tengkolok Hilang satu, ada lagi pengganti yang lain (tentang lelaki dan perempuan).

Lebih lanjut mengenai Hang tak kurang sanggul, aku tak kurang tengkolok

Hang tak kurang sanggul, aku tak kurang tengkolok terdiri dari 8 kata. Kata tersebut mempunyai 20 kata terkait yakni sebagai berikut:

Hilang pelanduk berganti kijang emas Perempuan yang bercerai dengan suaminya yang miskin/hina dan kemudian menikah dengan seorang lelaki yang mulia/berkuasa.
Hilang tak tentu rimbanya Hilang tanpa jejak/bekas.
Lain luka lain menyiuk, lain sakit lain mengaduh Lain yang disindir lain yang tersinggung; lain yang berbuat salah lain pula yang menerima akibatnya. (menyiuk = menarik nafas karena sakit)
Lain orang yang makan nangka, lain orang yang kena getah Lain orang yang melakukan kesalahan, lain pula orang yang menerima akibatnya.
Lain yang bengkak, lain yang bernanah; lain yang untut, lain yang mengisut Lain orang yang melakukan kesalahan, lain pula orang yang dituduh.
Satu bertelur, ayam sekandang ikut ribut Satu orang yang mendapatkan kesusahan atau keberuntungan, semua orang akan ikut membicarakannya.
Hilang bahasa lenyap bangsa Jika suatu bahasa persatuan sudah tidak terpakai lagi maka lambat-laun hilanglah bangsa itu; hilang budi bahasa, maka hilang pula derajat diri.
Hilang ikan dalam kerabu Kejahatan akan hilang (tidak lagi disebut kejahatan) apabila setiap orang melakukannya. (kerabu = sejenis makanan)
Hilang jasa beliung, timbul jasa rimbas Orang yang berbuat kebaikan (bersusah payah) tidak mendapatkan apa-apa, sementara itu orang lain yang tidak ikut berusaha yang mendapatkan pujian/imbalan. (rimbas = perkakas untuk penarah kayu)
Hilang kemarau setahun oleh hujan sehari Kebaikan yang hilang karena kejahatan walaupun hanya sedikit.
Hilang kilat dalam kilau Kepandaian atau kebesaran sudah tidak kelihatan lagi apabila berbaur dengan orang-orang pandai/berkuasa.
Hilang rona karena penyakit, hilang bangsa tidak beruang Orang yang tidak berharta kurang dihargai oleh orang lain.
Hilang tapak tukul, timbul tapak canai Perbuatan orang (baik maupun buruk) yang terlebih dahulu hilang karena ditutupi oleh perbuatannya kemudian/yang sekarang. (tukul = pemukul kecil) (canai = asah)
Lain bengkak lain bernanah Orang lain yang tidak bersalah yang menanggung akibatnya.
Lain di mulut, lain di hati Yang dikatakan lain dengan yang ada di dalam hati.
Lain diniat lain ditakdir, lain diacah lain yang jadi Memperoleh sesuatu yang lain daripada yang dikehendaki/diinginkan.
Lain galang, lain perahu yang disorong Perbuatan yang berlainan dengan tujuannya.
Lain lubuk, lain ikannya Adat di masing-masing negeri selalu berlainan.
Lain orang memperanakkan, lain orang dipanggil bapa Balasan yang tidak pada tempatnya; lain orang yang berbuat baik, lain pula orang yang mendapatkan penghargaan/imbalan.
Lain padang lain belalang Adat di masing-masing negeri selalu berlainan.

Indeks Kamus Peribahasa

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z