Arti Kata "Jadi penghubung hujung lidah" menurut Kamus Peribahasa

Pranala (link): https://www.maknaa.com/peribahasa/jadi-penghubung-hujung-lidah

Halaman ini menjelaskan Arti Kata Jadi penghubung hujung lidah menurut Kamus Peribahasa.

No Kata Arti
1 Jadi penghubung hujung lidah Orang yang menyampaikan pesan dari seseorang dalam suatu perundingan.

Lebih lanjut mengenai Jadi penghubung hujung lidah

Jadi penghubung hujung lidah terdiri dari 4 kata. Kata tersebut mempunyai 20 kata terkait yakni sebagai berikut:

Berkerbau seperempat ekor, berkandang sebagai orang Orang miskin yang bertingkah laku seperti orang kaya.
Berketak ayam mandul; orang berketak ia berketak, orang bertelur ia tidak Orang yang bernasib malang, walaupun sudah meniru cara orang lain, tetapi nasibnya tetap tidak berubah.
Bersawah seperempat piring, ke sawah sama dengan orang Orang miskin yang bertingkah seperti orang kaya.
Dengar cakap enggang, makan buah beluluk; dengar cakap orang, terjun masuk lubuk Suatu pekerjaan hendaklah dipikirkan secara masak/matang sebelum dikerjakan (jangan sekali-kali melakukannya hanya karena mendengar apa yang dikatakan orang lain).
Di lurah air yang besar, di bukit orang yang hanyut Orang tidak bersalah yang menerima hukuman.
Di padang orang berlari-lari, di padang sendiri berjengket-jengket Orang yang suka menerima/menuntut hak orang lain, tetapi hak sendiri disembunyikan (tidak ingin dituntut).
Gelang di tangan orang yang hendak dirampas tidak dapat, cincin di jari sendiri terlucut hilang Orang yang dengki dan tamak suatu saat akan mendapatkan kerugian/kesulitan.
Harimau bertempek takkan makan orang Orang yang terlalu marah biasanya tidak sampai memukul.
Harta orang hendak digalas Seseorang yang menginginkan harta milik orang lain.
Harta orang hendak dikebas Seseorang yang menginginkan harta milik orang lain.
Hati orang yang bodoh itu di mulutnya, dan lidah orang yang cerdik itu di belakang hatinya Orang bodoh berbicara tanpa perhitungan, sedangkan orang pandai berpikir terlebih dahulu sebelum berkata-kata/berbicara.
Hidung sudah rampung diatur orang Orang bodoh yang sombong dan tidak sadar dirinya sedang dibodohi orang lain.
Ikut hakim memiat daging, sakit di awak sakitlah orang Suatu perintah hendaklah diterapkan secara adil dan bijaksana. (piat = memiuh ke kiri dan ke kanan)
Isi lemak dapat ke orang, tulang bulu pulang ke kita Orang yang berusaha tidak mendapatkan apapun, sementara itu justru orang lain yang tidak ikut berusaha yang mendapatkan pujian/imbalan/kesenangan.
Kerbau tanduk panjang, tiada menanduk pun dikata orang menanduk juga Orang yang sudah terkenal kejahatannya.
Kita baru mencapai pengayuh, orang sudah tiba ke seberang Orang yang bijaksana selalu lebih dulu mencapai maksudnya/tujuannya.
Kulit hitam orang tengok, tulang putih siapa jenguk Orang yang lahir dari keluarga orang jahat, walaupun niat di hatinya baik, tidak akan ada seorang pun yang tahu.
Lemak manis pada dialah, pahit maung pada orang Orang yang hanya suka dipuji dan tidak suka dikritik.
Macam orang biduk Orang yang makan dan minum bersama-sama, tetapi bayar sendiri-sendiri.
Sebab mutiara sebiji, lautan dalam diselam orang Orang yang berilmu/berpengetahuan tinggi, walau di mana pun ia tinggal pasti akan dicari orang.

Indeks Kamus Peribahasa

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z