Arti Kata "Jadi penghubung mata telinga" menurut Kamus Peribahasa

Pranala (link): https://www.maknaa.com/peribahasa/jadi-penghubung-mata-telinga

Halaman ini menjelaskan Arti Kata Jadi penghubung mata telinga menurut Kamus Peribahasa.

No Kata Arti
1 Jadi penghubung mata telinga Tempat yang menjadi harapan atau kepercayaan yang selalu memberikan pertolongan.

Lebih lanjut mengenai Jadi penghubung mata telinga

Jadi penghubung mata telinga terdiri dari 4 kata. Kata tersebut mempunyai 20 kata terkait yakni sebagai berikut:

Tempat makan jangan diberaki Jangan melakukan perbuatan buruk kepada orang yang telah memberikan kebaikan kepada kita.
Bermayang-mayang menjadi mumbang Selalu keguguran bila sudah mengandung.
Air pun ada pasang surutnya, takkan pasang selalu dan surut senantiasa Nasib manusia tidak dapat dipastikan untung atau sial selalu.
Anak harimau takkan menjadi anak kambing Orang yang bersifat pemberani tidak akan pernah menjadi penakut.
Anak kambing takkan menjadi anak harimau Orang yang bersifat pengecut/penakut tidak akan pernah menjadi pemberani.
Anak kucing menjadi harimau Orang miskin yang menjadi kaya; rakyat biasa yang memiliki jabatan/pangkat tinggi dalam pemerintahan/organisasi.
Bajak selalu di tanah yang lembut Orang yang lemah selalu menderita.
Cacing menjadi ular naga Orang kecil/hina yang menjadi orang besar/mulia.
Elok lenggang di tempat datar Bersuka hati haruslah pada tempat dan waktu yang tepat.
Hujan, tempat berteduh; panas, tempat berlindung Orang yang selalu memberi pertolongan kepada orang-orang yang sedang membutuhkan.
Kalau asal benih yang baik, jatuh ke laut menjadi pulau Yang baik itu, biar dimana pun tempatnya, tetap akan baik juga.
Kapak tak boleh membelah kayu, kalau bukan kayu pula yang menjadi hulunya Penganiayaan itu berlaku karena ada orang yang menjadi biang keladinya.
Katak menggigit telunjuk, melihatkan ular sudah menjadi belut Orang yang masih curiga terhadap orang jahat yang sudah berubah menjadi orang baik.
Kayu besar di tengah padang, tempat bernaung kepanasan, tempat berlindung kehujanan, uratnya tempat bersila, batangnya tempat bersandar Pemimpin yang menjadi tempat bagi rakyat untuk mengadukan nasibnya.
Kecil api menjadi kawan, besar ia menjadi lawan Kejahatan yang kecil sebaiknya jangan dibiarkan menjadi besar.
Kudis menjadi tokak Perkara kecil yang menjadi besar.
Kuman menjadi barah Perkara kecil yang menjadi besar.
Lah sesak alam tempat diam, tak berbumi tempat tegak Mendapatkan malu yang teramat sangat, sehingga tidak ada tempat lagi untuk menyembunyikan muka.
Lekuk batu dititik air selalu Biar bodoh sekalipun kalau belajar dengan sungguh-sungguh, niscaya akan menjadi pandai juga.
Malu kalau anak harimau menjadi anak kambing Tidak patut bagi anak orang yang pintar menjadi orang bodoh/dungu (atau anak orang yang pemberani menjadi penakut).

Indeks Kamus Peribahasa

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z