Arti Kata "Jalan di tepi-tepi, benang arang orang jangan dipijak" menurut Kamus Peribahasa

Pranala (link): https://www.maknaa.com/peribahasa/jalan-di-tepi-tepi-benang-arang-orang-jangan-dipijak

Halaman ini menjelaskan Arti Kata Jalan di tepi-tepi, benang arang orang jangan dipijak menurut Kamus Peribahasa.

No Kata Arti
1 Jalan di tepi-tepi, benang arang orang jangan dipijak Hendaklah selalu bersopan santun (misalnya bila merantau ke negeri orang).

Lebih lanjut mengenai Jalan di tepi-tepi, benang arang orang jangan dipijak

Jalan di tepi-tepi, benang arang orang jangan dipijak terdiri dari 9 kata. Kata tersebut mempunyai 20 kata terkait yakni sebagai berikut:

Hendaklah seperti tembikar, pecah satu pecah semuanya Hendaklah hidup dalam persatuan; senang sama senang, susah sama susah.
Negeri besar, rumah besar, berapa pun panjang perian takkan terantuk Orang kaya yang murah hati, berapa pun banyaknya orang yang meminta pertolongan ia tidak akan menjadi miskin.
Air orang disauk, ranting orang dipatah, adat orang diturut Hendaklah patuh terhadap undang-undang di negeri yang kita tinggali.
Anak orang anak orang juga, bolehkah jadi anak sendiri? Hendaklah lebih menghargai kepunyaan sendiri daripada menginginkan kepunyaan orang lain.
Bajak selalu di tanah yang lembut Orang yang lemah selalu menderita.
Berkerbau seperempat ekor, berkandang sebagai orang Orang miskin yang bertingkah laku seperti orang kaya.
Berketak ayam mandul; orang berketak ia berketak, orang bertelur ia tidak Orang yang bernasib malang, walaupun sudah meniru cara orang lain, tetapi nasibnya tetap tidak berubah.
Bersawah seperempat piring, ke sawah sama dengan orang Orang miskin yang bertingkah seperti orang kaya.
Di lurah air yang besar, di bukit orang yang hanyut Orang tidak bersalah yang menerima hukuman.
Di padang orang berlari-lari, di padang sendiri berjengket-jengket Orang yang suka menerima/menuntut hak orang lain, tetapi hak sendiri disembunyikan (tidak ingin dituntut).
Gelang di tangan orang yang hendak dirampas tidak dapat, cincin di jari sendiri terlucut hilang Orang yang dengki dan tamak suatu saat akan mendapatkan kerugian/kesulitan.
Harimau bertempek takkan makan orang Orang yang terlalu marah biasanya tidak sampai memukul.
Hati orang yang bodoh itu di mulutnya, dan lidah orang yang cerdik itu di belakang hatinya Orang bodoh berbicara tanpa perhitungan, sedangkan orang pandai berpikir terlebih dahulu sebelum berkata-kata/berbicara.
Hidung sudah rampung diatur orang Orang bodoh yang sombong dan tidak sadar dirinya sedang dibodohi orang lain.
Ibarat negeri berubah rasam, ibarat tahun berubah musim Orang yang tidak tetap kedudukannya. (rasam = adat kebiasaan)
Isi lemak dapat ke orang, tulang bulu pulang ke kita Orang yang berusaha tidak mendapatkan apapun, sementara itu justru orang lain yang tidak ikut berusaha yang mendapatkan pujian/imbalan/kesenangan.
Jalan di tepi-tepi, benang arang orang jangan dipijak Hendaklah selalu bersopan santun (misalnya bila merantau ke negeri orang).
Kerbau tanduk panjang, tiada menanduk pun dikata orang menanduk juga Orang yang sudah terkenal kejahatannya.
Kijang jika ditambat dengan rantai emas sekalipun, bila terlepas ke hutan juga larinya Orang dagang/rantauan, biar bagaimanapun senangnya di negeri asing, pasti akan teringat juga untuk kembali/pulang negeri asalnya.
Kita baru mencapai pengayuh, orang sudah tiba ke seberang Orang yang bijaksana selalu lebih dulu mencapai maksudnya/tujuannya.

Kata yang mirip

No Kata Arti
1 Masuk ke kampung orang bawa ayam betina, jalan di tepi-tepi, benang arang orang jangan dipijak, duduk di tapak tangga, mandi di hilir orang, berdiri di luar-luar gelanggang Jika merantau ke negeri asing hendaklah selalu mengalah, jangan melakukan pekerjaan yang buruk/tidak sesuai adat, selalu bersikap merendah, jangan suka mendahului orang, dan jangan menyombongkan diri.

Indeks Kamus Peribahasa

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z