Arti Kata "Jalan mati lagi dicuba, inikan pula jalan binasa" menurut Kamus Peribahasa

Pranala (link): https://www.maknaa.com/peribahasa/jalan-mati-lagi-dicuba-inikan-pula-jalan-binasa

Halaman ini menjelaskan Arti Kata Jalan mati lagi dicuba, inikan pula jalan binasa menurut Kamus Peribahasa.

No Kata Arti
1 Jalan mati lagi dicuba, inikan pula jalan binasa Orang yang berani dan tidak memilih apa yang ingin diperbuatnya.

Lebih lanjut mengenai Jalan mati lagi dicuba, inikan pula jalan binasa

Jalan mati lagi dicuba, inikan pula jalan binasa terdiri dari 8 kata. Kata tersebut mempunyai 20 kata terkait yakni sebagai berikut:

Berani hilang tak hilang, berani mati tak mati Orang yang berani akhirnya akan menang juga.
Berani senduk pengedang, air hangat direnanginya Berani dengan membuta tuli. (senduk pengedang = sendok untuk air panas yang terbuat dari periuk)
Berani menjual berani membeli, berani pegang berani tanggung Barang siapa yang berani menganjurkan, harus berani mengerjakannya.
Ingin di buah manggis hutan, masak ranum tergantung tinggi Menginginkan/mengharapkan sesuatu yang susah untuk didapatkan.
Berani karena benar, takut karena salah Bertindak karena berada di pihak yang benar.
Ingin hati memandang pulau, sampan ada pengayuh tidak Hendak melakukan suatu pekerjaan tetapi alatnya tidak cukup.
Adat rimba raya, siapa berani ditaati Orang yang menyelesaikan masalah hanya menggunakan kekuatannya, bukan akalnya.
Berkerbau seperempat ekor, berkandang sebagai orang Orang miskin yang bertingkah laku seperti orang kaya.
Berketak ayam mandul; orang berketak ia berketak, orang bertelur ia tidak Orang yang bernasib malang, walaupun sudah meniru cara orang lain, tetapi nasibnya tetap tidak berubah.
Bersawah seperempat piring, ke sawah sama dengan orang Orang miskin yang bertingkah seperti orang kaya.
Di lurah air yang besar, di bukit orang yang hanyut Orang tidak bersalah yang menerima hukuman.
Di padang orang berlari-lari, di padang sendiri berjengket-jengket Orang yang suka menerima/menuntut hak orang lain, tetapi hak sendiri disembunyikan (tidak ingin dituntut).
Di reban sendiri melegas, di reban orang meromok Berani di rumah/tempat sendiri tetapi takut di tempat orang lain.
Gelang di tangan orang yang hendak dirampas tidak dapat, cincin di jari sendiri terlucut hilang Orang yang dengki dan tamak suatu saat akan mendapatkan kerugian/kesulitan.
Harimau bertempek takkan makan orang Orang yang terlalu marah biasanya tidak sampai memukul.
Hati orang yang bodoh itu di mulutnya, dan lidah orang yang cerdik itu di belakang hatinya Orang bodoh berbicara tanpa perhitungan, sedangkan orang pandai berpikir terlebih dahulu sebelum berkata-kata/berbicara.
Hidung sudah rampung diatur orang Orang bodoh yang sombong dan tidak sadar dirinya sedang dibodohi orang lain.
Isi lemak dapat ke orang, tulang bulu pulang ke kita Orang yang berusaha tidak mendapatkan apapun, sementara itu justru orang lain yang tidak ikut berusaha yang mendapatkan pujian/imbalan/kesenangan.
Kerbau tanduk panjang, tiada menanduk pun dikata orang menanduk juga Orang yang sudah terkenal kejahatannya.
Kita baru mencapai pengayuh, orang sudah tiba ke seberang Orang yang bijaksana selalu lebih dulu mencapai maksudnya/tujuannya.

Indeks Kamus Peribahasa

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z