Arti Kata "Jangan bagai orang berjudi, menang mua, alah hendak berbela" menurut Kamus Peribahasa

Pranala (link): https://www.maknaa.com/peribahasa/jangan-bagai-orang-berjudi-menang-mua-alah-hendak-berbela

Halaman ini menjelaskan Arti Kata Jangan bagai orang berjudi, menang mua, alah hendak berbela menurut Kamus Peribahasa.

No Kata Arti
1 Jangan bagai orang berjudi, menang mua, alah hendak berbela Mengerjakan pekerjaan yang sudah ada celanya, niscaya akhirnya hanya akan mendatangkan kerugian. (mua = melampaui)

Lebih lanjut mengenai Jangan bagai orang berjudi, menang mua, alah hendak berbela

Jangan bagai orang berjudi, menang mua, alah hendak berbela terdiri dari 9 kata. Kata tersebut mempunyai 20 kata terkait yakni sebagai berikut:

Hanya air dingin yang dapat memadamkan api Hanya tingkah laku dan budi bahasa yang lemah lembut saja yang dapat meredakan kemarahan seseorang.
Sudah dapat gading bertuah, tanduk tiada berguna lagi Sudah mendapatkan yang lebih baik, yang lama ditinggalkan.
Sudah dianjung dihempaskan Sudah diangkat kemudian dihinakan.
Sudah gaharu cendana pula Sudah tahu tetapi masih bertanya akan hal itu.
Sudah kenyang makan kerak Sudah banyak pengalaman.
Sudah ketinggalan zaman Sudah tidak lagi sesuai dengan zaman sekarang.
Sudah lepas dari bahunya Sudah tidak lagi menjadi beban/tanggung jawabnya.
Sudah suratan takdir Sudah merupakan ketetapan Tuhan.
Sudah tahu akan ragi kain Sudah dapat membedakan mana yang benar/baik dan mana yang salah/buruk.
Sudah tahu asam garamnya Sudah diketahui keadaannya.
Sudah tahu di asam garam Sudah tau pahitnya kehidupan.
Akan memikul tiada berbahu, akan menjunjung kepala luncung Tidak berdaya dalam mengerjakan suatu pekerjaan, karena kurang berpengetahuan atau kurang beruang.
Sudah genap bilangannya Ajalnya sudah tiba; waktunya sudah tepat.
Sudah lulus maka hendak melantai Penyesalan merupakan hal yang tidak berguna.
Sudah merasai makna santun Setelah merasakan betapa sakitnya hidup susah, barulah ia berbelas kasihan kepada orang yang tertimpa musibah/sedang dalam kesulitan.
Sudah tahu di kain beragi Perihal kehidupan seseorang yang dulunya miskin/melarat, tetapi sekarang sudah mulai membaik kehidupannya.
Sudah tahu peria pahit Menyesali perbuatannya, padahal ia sudah tahu bahwa yang diperbuat itu kurang baik.
Sudah terijuk awak Perihal seseorang yang kecewa karena kekurangan dalam dirinya sudah diketahui orang lain.
Sudah terlalu malam, apa hendak dikata lagi Sesuatu yang telah terlanjur mati dan tidak bisa diapa-apakan lagi.
Akan dijadikan tabuh, singkat; akan dijadikan gendang, berlebih Ilmu pengetahuan yang serba tanggung.

Indeks Kamus Peribahasa

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z