Arti Kata "Lah sesak alam tempat diam, tak berbumi tempat tegak" menurut Kamus Peribahasa

Pranala (link): https://www.maknaa.com/peribahasa/lah-sesak-alam-tempat-diam-tak-berbumi-tempat-tegak

Halaman ini menjelaskan Arti Kata Lah sesak alam tempat diam, tak berbumi tempat tegak menurut Kamus Peribahasa.

No Kata Arti
1 Lah sesak alam tempat diam, tak berbumi tempat tegak Mendapatkan malu yang teramat sangat, sehingga tidak ada tempat lagi untuk menyembunyikan muka.

Lebih lanjut mengenai Lah sesak alam tempat diam, tak berbumi tempat tegak

Lah sesak alam tempat diam, tak berbumi tempat tegak terdiri dari 9 kata. Kata tersebut mempunyai 20 kata terkait yakni sebagai berikut:

Lagi jatuh ditimpa tangga Mendapatkan kesulitan bertubi-tubi.
Lagi lebai lagi berjanggut Orang yang berilmu dan berbudi pekerti yang baik.
Lagi murah, lagi ditawar Semakin diberi semakin banyak yang diminta.
Lagi teduh, lagi berkajang Melakukan sesuatu dengan sebaik-baiknya.
Lagi terang, lagi bersuluh Perbuatan yang pandir/bodoh; mempertanyakan sesuatu yang sudah diketahui banyak orang; menyia-nyiakan tenaga dan uang.
Lagi tongkat lagi senjata Semakin kaya semakin banyak temannya.
Malu berani, mati takut Pengecut.
Malu bertanya sesat di jalan, malu berdayung perahu hanyut Segan/enggan untuk berusaha maka tidak akan memperoleh kemajuan/keuntungan/kesenangan.
Malu kalau anak harimau menjadi anak kambing Tidak patut bagi anak orang yang pintar menjadi orang bodoh/dungu (atau anak orang yang pemberani menjadi penakut).
Malu makan, perut lapar Segan/enggan untuk berusaha maka tidak akan memperoleh kemajuan/keuntungan/kesenangan.
Tempat makan jangan diberaki Jangan melakukan perbuatan buruk kepada orang yang telah memberikan kebaikan kepada kita.
Beroleh lumpur di tempat yang kering Mendapatkan kesulitan yang tidak disangka-sangka.
Lah sesak alam tempat diam, tak berbumi tempat tegak Mendapatkan malu yang teramat sangat, sehingga tidak ada tempat lagi untuk menyembunyikan muka.
Terpecak peluh di muka Sangat malu.
Anjing itu, kalau dipukul sekalipun, berulang juga ia ke tempat bangkai yang banyak tulang Orang yang tamak, sekalipun dikata-katai, ia tidak akan merasa malu.
Anjing itu, meskipun dirantai dengan rantai emas, berulang-ulang juga ia ke tempat najis Orang jahat, walaupun diberikan kesenangan, namun kalau mendapat kesempatan, pasti akan diulanginya lagi perbuatan jahatnya.
Bangsa bermuka papan Tidak tahu malu.
Bersawah sepiring tidak, bersawahkan tempat sepasin bertanya Kemiskinan yang teramat sangat.
Elok lenggang di tempat datar Bersuka hati haruslah pada tempat dan waktu yang tepat.
Getu sementara lagi bintik Suatu bahaya hendaklah dihindari selagi masih kecil agar jangan sampai menimbulkan malapetaka.

Indeks Kamus Peribahasa

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z