Arti Kata "Sekeras-kerasnnya batu bila tertimpa hujan akan retak juga" menurut Kamus Peribahasa

Pranala (link): https://www.maknaa.com/peribahasa/sekeras-kerasnnya-batu-bila-tertimpa-hujan-akan-retak-juga

Halaman ini menjelaskan Arti Kata Sekeras-kerasnnya batu bila tertimpa hujan akan retak juga menurut Kamus Peribahasa.

No Kata Arti
1 Sekeras-kerasnnya batu bila tertimpa hujan akan retak juga Betapa pun kerasnya pendirian seseorang, bila terus-menerus dipengaruhi pasti akan berubah juga.

Lebih lanjut mengenai Sekeras-kerasnnya batu bila tertimpa hujan akan retak juga

Sekeras-kerasnnya batu bila tertimpa hujan akan retak juga terdiri dari 9 kata. Kata tersebut mempunyai 20 kata terkait yakni sebagai berikut:

Akan memikul tiada berbahu, akan menjunjung kepala luncung Tidak berdaya dalam mengerjakan suatu pekerjaan, karena kurang berpengetahuan atau kurang beruang.
Akan dijadikan tabuh, singkat; akan dijadikan gendang, berlebih Ilmu pengetahuan yang serba tanggung.
Akan mengaji, suratlah hilang; akan bertanya, gurulah mati Orang yang berada dalam keadaan serba salah.
Akan pembasuh kaki Hadiah kepada orang yang berjasa.
Anak sungai lagi berubah, inikan pula hati orang Pendirian yang tidak tetap.
Ayam beroga kalau diberi makan di pinggan emas sekalipun ke hutan juga perginya Betapa pun senangnya di negeri lain/asing, pasti teringat juga akan negeri asal. (ayam beroga = ayam hutan)
Berapa berat mata memandang, berat juga bahu memikul Betapa susahnya melihat kesusahan orang lain, namun lebih susah lagi orang yang menjalani kesusahan itu.
Ke gunung emas pasir baiduri, ke padang zamrud habis diedari; terbang bangau sepanjang hari, ke tasik juga akhirnya dicari Betapa pun jauhnya merantau (ke negeri yang luas, melihat tempat yang indah, dsb) pada akhirnya akan pulang juga ke negerinya sendiri.
Sebagai si bisa mimpi terasa ada terkatakan tidak Seseorang yang tidak dapat/mampu menyampaikan maksud hatinya kepada orang lain.
Sebaik-baiknya tinggal di rantau, baik juga di negeri sendiri Betapa pun makmurnya tinggal di negeri orang, tetap saja lebih baik tinggal di negeri sendiri.
Seberat-beratnya kayu, terapung juga di air Betapa pun besarnya suatu permaslahan/perkara, pasti ada jalan keluarnya.
Sebusuk-busuknya telunjuk, telunjuk juga mencolek tahi mata Betapa pun jahatnya keluarga/kerabat, kalau anggota keluarga/kerabat tersebut dihina pasti anggota keluarga yang lain akan menutut balas.
Sedekat-dekatnya tepi kain, dekat juga dengan bebat Betapa pun dekatnya hubungan kita dengan orang lain, masih lebih dekat dengan keluarga/kerabat sendiri.
Sejahat-jahatnya harimau tak akan memakan anaknya sendiri Betapa pun jahatnya orang tua kandung, mereka tidak akan tega mencelakakan anaknya sendiri.
Sekejam-kejamnya harimau ia takkan makan anaknya Betapa pun kejamnnya orang tua kandung, mereka tidak akan tega untuk mencelakakan anaknya sendiri.
Sekeras-kerasnnya batu bila tertimpa hujan akan retak juga Betapa pun kerasnya pendirian seseorang, bila terus-menerus dipengaruhi pasti akan berubah juga.
Sepandai-pandai mencecang, landasan juga yang akan habis Betapa pun baiknya orang yang menumpang di rumah orang lain, pasti akan merugikan juga dalam hal tertentu terhadap orang yang ditumpanginya.
Sepandai-pandai tupai melompat sekali akan gagal juga Betapa pun pandai atau hebatnya seseorang dalam suatu perkara/permasalahan ataupun pekerjaan, pasti memiliki kelemahan juga (pernah salah juga).
Sepedih-pedihnya mata memandang, pedih juga kulit merasai Betapa pun pedihnya orang yang melihat penderitaan orang lain, masih lebih pedih lagi orang yang mengalami penderitaan tersebut.
Seperti cecak makan kapur Seseorang yang mengalami kesulitan karena perbuatannya sendiri.

Indeks Kamus Peribahasa

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z